
Ketua Kelompok Nelayan Desa Kemantren, Slamet, menyebutkan dua perahu tenggelam milik warga yang bernama Mat Khozim dan Sodikin. Sebenarnya keduanya beserta nelayan lain telah mengamankan perahu di pesisir Sambong. Tapi apalah daya gelombang tinggi tetap saja merusak perahu mereka.
Selain merugikan nelayan hingga Rp100 juta, gelombang pun memasuki pemukiman warga dalam dua hari terakhir. Namun, gelombang tak merusak rumah warga. Meski demikian, warga resah lantaran mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Sejumlah nelayan berharap, pemerintah segera membangun tanggul penahan gelombang disekitar kampungnya. Ini agar, pada saat gelombang besar datang tidak mengancam pemukimannya. Selain itu, warga juga meminta pemerintah memberikan bantuan untuk perbaikan perahu mereka yang rusak akibat diterjang gelombang. (MI/RRN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar